Rempah Tubruk, Minuman Herbal Segar, Minuman Sehat Bebas Pengawet, Alternatif Minuman Alami sekaligus Obat berbagai macam penyakit Tanpa Efek Samping
Shopping Cart
shopping cart0 item
News
12 Juli 2012
Puasa Lebih Berkah Dengan Sunnah
Puasa Lebih Berkah Dengan Sunnah detail

4 Juli 2012
Adab Tidur
Adab Tidur dalam Islam yaitu selalu... detail

4 Juli 2012
Adab Makan dan Minum
Adab makan dan minum dalam Islam adalah... detail

7 Juni 2012
Resep Ikan Crispy Saus Asem Manis
Resep Ikan Crispy Saus Asem Manis detail

» index berita

News

Pewarna Makanan (Bag.2)

14 Mei 2012

PEWARNA SINTETIS vs PEWARNA ALAMI

Fenomena penggunaan makanan yang semakin meluas sudah sangat banyak kita temui di sekitar kita. Semakin meningkatnya kebutuhan akan pewarna ini juga di dukung oleh beberapa pihak yang memproduksi aneka macam jenis pewarna buatan. Dan hal ini memberikan semakin banyak pilihan pada konsumen pewarna untuk memilih aneka macam pewarna sintetis. Namun, meskipun banyak jenis pewarna sintetis yang beredar di pasaran, masih ada sekelompok masyarakat yang tetap setia pada penggunaan pewarna alami yang berasal dari tanaman hingga saat ini. Dan pro kontra terkait penggunaan kedua jenis pewarna ini memang sering kita temuakn di sekitar kita.

Pewarna sintetis merupakan zat aditif yang ditambahkan pada makanan yang bertujuan untuk memperbaiki warna dari makanan. Pewarna sintetis makanan ini pertama kali ditemukan oleh William Henry Perkins pada tahun 1856, dan penggunaannya sudah mulai dikenal sejak tahun 1956. Pewarna sintetis ini terbuat dari bahan-bahan kimia yang beraneka ragam dan memiliki sifat yang stabil. Beberapa jenis pewarna sintetis yang banyak dijual di pasaran dan diijinkan untuk makanan adalah cokelat HT, hijau FCP, tatrazin Cl 19140, sunsetyellow FCF, karmoisin, brilliant blue, ponceau 4R, allura red, quinolone yellow, indigoten, fast green.

Penggunaan pewarna sintetis di industri makanan saat ini sangat besar, hampir 90% industri makanan memilih menggunakan pewarna sintetis. Banyaknya produsen makanan memilih penggunaan pewarna sintetis dikarenakan harga yang terjangkau dan kepraktisannya. Namun, pemerintah memberikan aturan terkait pembatan penggunaan pewarna sintetis ini. Hal ini dikarenakan bagaimanapun pewarna sintetis terbuat dari bahan-bahan kimia yang asing bagi tubuh. Jika pewarna digunakan secara berlebihan maka system kerja tubuh bisa mengalami gangguan karena banyaknya kandungan bahan-bahan kimia asing dalam tubuh. Batasan penggunaan pewarna makanan ini diatur dalam UU Pangan No. 7 tahun 1996.

Penggunaan pewarna sintetis dalam produk pangan mempunyai kelebihan dan kekurangan sebagai berikut:

Kelebihan

Kekurangan

  • Harganya lebih terjangkau
  • Warna yang dihasilkan lebih cerah
  • Warna yang dihasilkan lebih stabil terhadap proses pengolahan
  • Lebih praktis dan mudah didapat
  • Memiliki sifat kelarutan yang baik dan mudah tercampur dengan bahan makanan

 

  • Memiliki resiko tinggi menyebabkan alergi
  • Sering terkontaminasi zat0zat kimia berbahaya
  • Memiliki resiko memicu timbulnya kanker (karsinogenik)
  • Menyebabkan gangguan pada psikologis anak (hiperaktif)
  • Menigkatkan sensitivitas pada penyakit yang disebabkan virus
  • Menyebabkan kerusakan sistem urin

 

Pewarna alami merupakan pewarna makanan yang berasal dari tanaman yang memiliki kandungan warna tertentu. Penggunaan pewarna alami ini sudah banyak dilakukan oleh nenek moyang kita dan sudah dikenal sejak tahun 1800 hingga sekarang. Proses pembuatan pewarna alami bisa dilakukan dengan beberapa cara diantaranya dengan mencampurkan secara langsung bahan yang mengandung warna ke dalam makanan, mengambil sari dari pewarna dengan cara menghaluskan dan mengambil airnya, atau dengan merebusnya dan di ambil airnya. Pewarna alami ini pada umumnya berasal dari berbagai macam tanaman yang mengandung warna khusus, diantaranya kunyit (kuning), angkak (merah), kluwek (hitam), pandan (hijau), secang (merah jingga), biji cacao (cokelat), bunga telang (biru keunguan).

Meskipun saat ini penggunaan pewarna sintetis sangat banyak, namun pewarna alami tetap banyak yang menggunakan. Beberapa masyarakat masih setia dengan menggunakan pewarna alami karena mereka lebih mementingkan aspek keamanannya, meskipun dengan sedikit proses yang lebih rumit. Penggunaan pewarna alami dalam produk makanan memiliki kelebihan dan kekurangan sebagia berikut:

Kelebihan

Kekurangan

  • Tidak memiliki efek samping bagi kesehatan
  • Mengandung antioksidan dan beberapa vitamin serta nutrisi yang bermanfaat bagi tubuh
  • Warna cenderung kurang stabil
  • Warna tidak terlalu mencolok (lebih pucat)
  • Warna bisa memudar ketika terjadi pengolahan (pemanasan)

Penggunaan pewarna alami maupun sintetis masing-masing memiliki keunggulan dan kekurangan yang berimbas pada tubuh kita. Ketika menggunakan pewarna sintetis sebaiknya anda membatasi dan lebih hati-hati. Dan lebih baik adalah menggunakan pewarna alami meskipun hasil yang didapatkan kurang optimal, tapi kasehatan anda lebih terjaga. 

www.rempahtubruk.com



Baca juga
  » 12 Juli 2012
Puasa Lebih Berkah Dengan Sunnah
Puasa Lebih Berkah Dengan Sunnah

  » 4 Juli 2012
Adab Tidur
Adab Tidur dalam Islam yaitu selalu...

  » 4 Juli 2012
Adab Makan dan Minum
Adab makan dan minum dalam Islam adalah...

  » 7 Juni 2012
Resep Ikan Crispy Saus Asem Manis
Resep Ikan Crispy Saus Asem Manis

  » 4 Juni 2012
Kenapa MSG Berbahaya???
MSG sebenarnya merupakan salah satu jenis asam amino non-esensial yang jumlahnya sangat melimpah di alam, asam amino merupakan senyawa penyusun protein bagi tubuh

Search
Search:
Information
1 user sedang online
Anda pengunjung ke-144,772

© 2012 www.rempahtubruk.com


Toko Online